01
Latar Belakang & Profil Klien
Klien adalah perusahaan manufaktur komponen otomotif yang berlokasi di kawasan industri Bekasi, dengan lebih dari 500 karyawan di divisi engineering. Mereka mengelola ribuan desain CAD 3D menggunakan software seperti SolidWorks, AutoCAD, dan Siemens NX, serta melakukan simulasi FEA dan rendering fotorealistik untuk prototipe produk. Sebelum implementasi, tim engineering menggunakan workstation generasi lama (HP Z440 dan Dell Precision T3610) yang sudah berusia 4-5 tahun, sehingga sering mengalami lag, crash saat rendering kompleks, dan waktu booting yang lambat. Kapasitas RAM maksimal 32GB dan penyimpanan HDD 1TB menyebabkan bottleneck signifikan. Selain itu, tidak ada sistem penyimpanan terpusat, sehingga file desain tersebar di masing-masing workstation, menyulitkan kolaborasi dan meningkatkan risiko kehilangan data. Pihak manajemen menyadari bahwa untuk tetap kompetitif di industri otomotif yang dinamis, mereka perlu melakukan upgrade menyeluruh pada infrastruktur IT engineering.
02
Tantangan Teknis / Challenge
Tantangan utama adalah waktu rendering yang sangat lama, mencapai 8-12 jam untuk satu frame gambar fotorealistik, sehingga menghambat proses review dan approval desain. Selain itu, simulasi FEA sering gagal di tengah proses karena keterbatasan memori, mengakibatkan kehilangan progress hingga 4 jam per simulasi. Kolaborasi antar tim juga terhambat karena tidak ada shared storage; engineer harus saling mengirim file melalui flash drive atau email, yang rawan versi conflict. Belum lagi masalah backup: tidak ada kebijakan backup terpusat, sehingga jika terjadi kerusakan hard disk, data desain bisa hilang permanen. Tim IT juga kesulitan melakukan manajemen dan monitoring workstation karena tidak ada sistem centralized management. Dari sisi jaringan, bandwidth 1Gbps yang ada tidak mencukupi untuk transfer file CAD berukuran besar (rata-rata 2-5GB per file), menyebabkan bottleneck saat akses bersama ke server file.
03
Solusi yang Diimplementasikan
Intilogy merancang solusi terintegrasi dengan HP Z Workstation sebagai core. Untuk tim desain, diimplementasikan 20 unit HP Z4 G5 dengan prosesor Intel Xeon W5-3433 (16 core), RAM 64GB DDR5 ECC, dan GPU NVIDIA RTX A4000. Untuk tim rendering dan simulasi, disediakan 10 unit HP Z8 G5 dengan dual Intel Xeon Gold 6438M (32 core total), RAM 256GB DDR5, dan GPU NVIDIA RTX A6000. Semua workstation dilengkapi SSD NVMe 2TB untuk sistem dan aplikasi. Untuk penyimpanan terpusat, digunakan Synology RS3617RPxs dengan kapasitas 120TB (RAID 6) yang terhubung via 10GbE SFP+. Jaringan backbone ditingkatkan menggunakan Cisco Catalyst 9300 series dengan port 10GbE, dan akses wireless menggunakan Cisco Meraki MR56 untuk fleksibilitas. Solusi backup menggunakan Veeam Backup & Replication yang membackup data Synology ke NAS sekunder Synology RS1221+ setiap 4 jam. Selain itu, diimplementasikan VMware vSphere untuk virtualisasi server aplikasi seperti license server dan file server. Seluruh konfigurasi dan monitoring dilakukan menggunakan HP Systems Insight Manager dan Cisco DNA Center.
04
Hasil & Dampak Bisnis / Result
Setelah implementasi, waktu rendering berkurang drastis dari 8-12 jam menjadi 2-3 jam per frame, meningkatkan produktivitas tim rendering hingga 60%. Simulasi FEA yang sebelumnya sering gagal kini dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 jam tanpa error, berkat kapasitas RAM 256GB. Kolaborasi tim menjadi lebih efisien dengan shared storage Synology yang dapat diakses secara real-time oleh 30 engineer secara bersamaan tanpa lag. Waktu transfer file CAD 5GB turun dari 40 detik (via 1GbE) menjadi 4 detik (via 10GbE). Dari sisi backup, RPO (Recovery Point Objective) turun dari 24 jam (backup manual) menjadi 4 jam, dan RTO (Recovery Time Objective) dari 2 hari menjadi 4 jam berkat Veeam. Manajemen workstation terpusat memungkinkan tim IT melakukan update driver dan monitoring kesehatan hardware secara remote, mengurangi downtime hingga 70%. Secara bisnis, time-to-market untuk desain produk baru berkurang 30%, memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di industri otomotif.