01
Latar belakang
Operator energi di Sumatera mengoperasikan koridor pipeline buried sepanjang 28 km melintasi hutan produksi dan perbukitan. Ancaman utama: excavating ilegal, tampering valve box, dan kebocoran akibat aktivitas pihak ketiga — sulit dideteksi hanya dengan patroli periodik.
Regulasi internal mewajibkan monitoring continuous dengan audit trail. Solusi harus jarak ultra-panjang, tahan korosi, dan mampu membedakan aktivitas excavating dari lalu lintas normal di atas koridor.
01
Tantangan
- Koridor 28 km — melebihi jangkauan single server menengah
- Lingkungan lembap, korosif, dan off-grid di sepanjang rute
- Perlu deteksi excavating dengan lokalisasi ±5 m untuk respons cepat
- Minim infrastruktur power di sepanjang koridor
- Integrasi alarm ke control room & mobile dispatch
02
Solusi Intilogy
- Desain dual-channel Hikvision DS-QFV5002 (50 km capability) — satu channel primary 28 km
- Pemasangan fiber sensing buried parallel dengan pipeline sesuai guideline vendor
- Tuning algoritma scenario untuk membedakan excavating vs aktivitas lalu lintas ringan
- Integrasi OTAP/TCP ke control room SCADA-adjacent dashboard
- Mobile alert ke tim patrol dengan koordinat GPS lokasi alarm
- Commissioning dengan simulasi penggalian terkontrol & dokumentasi as-built
03
Hasil
- Monitoring continuous 28 km koridor — respon alarm ≤1 detik
- Tiga insiden excavating ilegal terdeteksi & ditangani dalam 6 bulan pertama
- Lokalisasi event ±5 m — tim patrol langsung ke titik tanpa sweeping manual
- Laporan audit compliance bulanan otomatis dari platform sensing