01
Latar Belakang & Profil Klien
Perusahaan manufaktur di Banten yang bergerak di industri komponen otomotif mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir. Dengan peningkatan volume produksi hingga 40% per tahun, sistem IT yang ada mulai tidak mampu menangani beban kerja. Server lama sering mengalami downtime, sementara kapasitas storage hampir penuh. Perusahaan ini membutuhkan solusi server storage yang dapat diandalkan untuk mendukung aplikasi ERP, database produksi, dan sistem backup. Selain itu, kebutuhan akan disaster recovery yang solid menjadi prioritas mengingat data produksi sangat kritis. Intilogy dipilih sebagai mitra karena pengalaman dalam menangani proyek serupa di kawasan industri Banten. Tim Intilogy melakukan assessment menyeluruh terhadap infrastruktur yang ada, termasuk analisis beban kerja, kapasitas, dan keamanan. Hasil assessment menunjukkan perlunya upgrade total pada server dan storage, serta implementasi solusi backup yang terintegrasi.
Klien adalah perusahaan manufaktur dengan lebih dari 500 karyawan dan dua pabrik di Banten. Mereka memiliki departemen IT internal yang menangani operasional sehari-hari, namun tidak memiliki keahlian untuk merancang arsitektur server storage skala enterprise. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pendampingan dari Intilogy mulai dari perencanaan hingga implementasi. Proyek ini juga melibatkan migrasi data dari server lama ke infrastruktur baru tanpa mengganggu operasional produksi. Intilogy menyusun rencana migrasi bertahap yang meminimalkan downtime. Dengan pendekatan kolaboratif, tim Intilogy bekerja sama dengan IT internal untuk memastikan transisi berjalan lancar.
02
Tantangan Teknis / Challenge
Tantangan utama yang dihadapi adalah server lama yang sudah berusia 7 tahun sering mengalami crash, menyebabkan downtime rata-rata 4 jam per bulan. Kapasitas storage hanya 10 TB dan sudah terpakai 95%, sehingga tidak ada ruang untuk pertumbuhan data. Backup database dilakukan secara manual setiap malam dan sering gagal karena keterbatasan bandwidth, dengan tingkat keberhasilan hanya 70%. RPO (Recovery Point Objective) saat ini mencapai 24 jam, yang berarti risiko kehilangan data hingga satu hari penuh jika terjadi kegagalan. Selain itu, tidak ada sistem disaster recovery di lokasi kedua, sehingga jika pabrik utama mengalami bencana, seluruh operasi bisa terhenti. Tantangan lainnya adalah keterbatasan anggaran, sehingga solusi harus cost-effective namun tetap memenuhi standar enterprise. Jaringan internal juga perlu dioptimalkan karena menggunakan switch lama yang tidak mendukung kecepatan 10GbE, sehingga menjadi bottleneck untuk transfer data antar server.
Dari sisi keamanan, tidak ada sistem backup yang terenkripsi, sehingga data rentan terhadap ancaman. Perusahaan juga membutuhkan solusi yang mudah dikelola oleh tim IT internal yang tidak terlalu besar. Mereka menginginkan sistem yang dapat dimonitor secara real-time dan memberikan notifikasi jika terjadi masalah. Intilogy harus merancang solusi yang memenuhi semua kebutuhan ini tanpa melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Setelah diskusi, diputuskan untuk menggunakan server Lenovo ThinkSystem SR650 dengan prosesor Intel Xeon Scalable, storage Synology RackStation RS3617xs+ dengan kapasitas 48 TB yang dapat diskalakan, dan solusi backup Veeam Backup & Replication untuk mencapai RPO 1 jam. Untuk disaster recovery, disiapkan server kedua di lokasi pabrik lain yang terhubung melalui VPN.
03
Solusi yang Diimplementasikan
Intilogy mengimplementasikan dua server Lenovo ThinkSystem SR650 yang dikonfigurasi dalam cluster untuk high availability. Setiap server dilengkapi dengan prosesor Intel Xeon Gold 6248, RAM 256 GB, dan storage internal SSD untuk sistem operasi. Untuk penyimpanan data utama, digunakan Synology RackStation RS3617xs+ dengan 12 bay HDD 4 TB dalam konfigurasi RAID 6, memberikan kapasitas usable 40 TB dan toleransi kegagalan dua disk. Storage ini terhubung ke server melalui koneksi 10GbE menggunakan switch Cisco Catalyst 9300. Solusi backup menggunakan Veeam Backup & Replication yang diinstal pada server virtual di lingkungan VMware vSphere. Backup dijadwalkan setiap jam dengan retensi 30 hari, dan data direplikasi ke server disaster recovery di lokasi lain melalui koneksi VPN. Untuk keamanan, semua data backup dienkripsi menggunakan AES-256. Selain itu, Intilogy juga mengimplementasikan sistem monitoring menggunakan PRTG Network Monitor untuk memantau kesehatan server, storage, dan jaringan secara real-time.
Proses implementasi dilakukan dalam tiga fase. Fase pertama adalah instalasi dan konfigurasi server serta storage di pabrik utama, termasuk migrasi data dari server lama. Fase kedua adalah setup backup dan disaster recovery, termasuk pengujian restore. Fase ketiga adalah optimasi jaringan dan pelatihan untuk tim IT internal. Seluruh proses selesai dalam waktu 4 minggu tanpa downtime produksi yang signifikan. Intilogy juga menyediakan dokumentasi lengkap dan SLA dukungan 24/7 untuk memastikan kelangsungan operasional. Dengan solusi ini, perusahaan manufaktur di Banten mendapatkan infrastruktur server storage yang handal, aman, dan mudah dikelola.
04
Hasil & Dampak Bisnis / Result
Setelah implementasi, downtime server berhasil ditekan dari rata-rata 4 jam per bulan menjadi kurang dari 1 jam per bulan. Kapasitas storage meningkat dari 10 TB menjadi 40 TB, memberikan ruang untuk pertumbuhan data selama 3-4 tahun ke depan. RPO berhasil diturunkan dari 24 jam menjadi 1 jam, dan RTO (Recovery Time Objective) menjadi 2 jam untuk pemulihan penuh. Tingkat keberhasilan backup meningkat menjadi 99,9% berkat otomatisasi dan monitoring. Selain itu, performa aplikasi ERP meningkat 50% karena menggunakan storage dengan akses cepat. Tim IT internal kini dapat mengelola sistem dengan mudah melalui antarmuka Synology DSM dan Veeam Backup Console. Dari sisi bisnis, perusahaan dapat melanjutkan operasi tanpa khawatir kehilangan data, dan kepatuhan terhadap regulasi industri terpenuhi. Investasi ini memberikan ROI yang cepat karena mengurangi kerugian akibat downtime dan meningkatkan produktivitas.
Dampak lainnya adalah peningkatan kepercayaan pelanggan karena kemampuan untuk memenuhi pesanan tepat waktu tanpa gangguan IT. Perusahaan juga berhasil menghemat biaya operasional IT hingga 30% karena tidak perlu lagi menyewa konsultan eksternal untuk troubleshooting. Solusi yang diimplementasikan oleh Intilogy menjadi fondasi untuk inisiatif digitalisasi lebih lanjut, seperti implementasi IoT dan analitik data. Dengan infrastruktur yang scalable, perusahaan siap menghadapi pertumbuhan di masa depan. Intilogy terus memberikan dukungan melalui layanan managed services untuk memastikan sistem tetap optimal. Bagi perusahaan manufaktur lain di Banten yang menghadapi tantangan serupa, solusi server storage dari Intilogy dapat menjadi referensi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi IT.