01
Latar Belakang & Profil Klien
Klien dalam studi kasus ini adalah sebuah rumah sakit tipe B di Jakarta Selatan yang telah beroperasi selama 15 tahun. Rumah sakit ini memiliki 200 tempat tidur, 5 ruang operasi, dan melayani rata-rata 500 pasien rawat jalan per hari. Selain itu, terdapat 3 klinik cabang yang tersebar di Bekasi, Tangerang, dan Depok yang terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit (SIMRS). Infrastruktur jaringan yang ada saat itu menggunakan perangkat switch dan router dari generasi lama dengan kecepatan maksimal 100 Mbps, serta kabel UTP Cat5e yang sudah berusia 10 tahun. Jaringan ini tidak hanya lambat, tetapi juga sering mengalami downtime yang mengganggu operasional klinis dan administrasi.
02
Tantangan Teknis / Challenge
Tantangan utama yang dihadapi adalah jaringan sering mengalami bottleneck pada jam sibuk, terutama saat penggunaan aplikasi radiologi PACS yang membutuhkan bandwidth besar. Selain itu, backup data dari server ke NAS sering gagal karena koneksi yang tidak stabil, menyebabkan rata-rata downtime 4 jam per bulan. Keamanan jaringan juga lemah dengan tidak adanya firewall yang memadai, sehingga rentan terhadap serangan malware. Dari segi manajemen, tidak ada monitoring jaringan yang terpusat, sehingga tim IT kesulitan mendeteksi dan menyelesaikan gangguan dengan cepat. Target yang ditetapkan adalah mengurangi downtime menjadi kurang dari 1 jam per bulan, meningkatkan throughput hingga 1 Gbps, dan mengimplementasikan sistem backup yang andal dengan RPO (Recovery Point Objective) maksimal 1 jam.
03
Solusi yang Diimplementasikan
Intilogy merancang solusi modernisasi jaringan end-to-end. Pertama, kami mengganti seluruh switch dengan Cisco Catalyst 9200 series yang mendukung kecepatan 1 Gbps per port, serta menambahkan switch agregasi Cisco 9300 untuk backbone. Untuk koneksi antar lokasi, kami menggunakan router Cisco ISR 1100 dengan VPN IPSec untuk menghubungkan rumah sakit utama dengan klinik cabang. Di sisi keamanan, kami mengimplementasikan Fortinet FortiGate 100F sebagai firewall generasi berikutnya yang juga berfungsi sebagai IPS dan antivirus. Untuk penyimpanan dan backup, kami menggunakan Synology RS3618xs dengan kapasitas 48TB yang dikonfigurasi sebagai target backup untuk server fisik dan virtual. Kami juga mengintegrasikan Veeam Backup & Replication untuk menjadwalkan backup incremental setiap 30 menit. Selain itu, kami memasang access point Ruijie RG-AP720-I untuk menyediakan WiFi 6 di area rawat inap dan ruang tunggu. Semua perangkat dikonfigurasi dan dimonitor melalui platform manajemen terpusat menggunakan solusi networking dari Intilogy.
04
Hasil & Dampak Bisnis / Result
Setelah implementasi, throughput jaringan meningkat dari rata-rata 80 Mbps menjadi 950 Mbps, memungkinkan akses cepat ke aplikasi PACS dan SIMRS. Downtime berkurang drastis dari 4 jam per bulan menjadi hanya 15 menit per bulan, karena adanya failover otomatis dan monitoring real-time. Sistem backup dengan Veeam berhasil mencapai RPO 30 menit, dan proses restore data pasien yang sebelumnya memakan waktu 6 jam kini hanya 1 jam. Keamanan jaringan juga meningkat signifikan dengan FortiGate yang berhasil memblokir rata-rata 200 serangan per hari. Dampak bisnisnya, produktivitas staf medis dan administrasi meningkat 30%, dan kepuasan pasien terhadap layanan IT rumah sakit naik 25%. Biaya operasional TI juga turun 20% karena pengurangan kebutuhan perbaikan darurat dan konsumsi listrik yang lebih efisien. Proyek ini selesai tepat waktu dalam 3 bulan dan memberikan ROI dalam 1 tahun. Untuk hasil serupa, hubungi Infrastruktur IT Intilogy.