Consideration

Enterprise Backup Strategy untuk Perusahaan

Strategi backup enterprise menautkan RPO/RTO bisnis ke teknologi — Veeam, NAS, cloud object, dan prosedur restore yang teruji.

Dari RPO/RTO ke kebijakan backup

Setiap tier aplikasi (Tier 0–3) memiliki RPO/RTO berbeda. ERP dan database biasanya Tier 0–1 dengan backup frequent dan replikasi; file share non-kritis bisa harian saja.

Kebijakan ditulis: jadwal, retensi, lokasi repository, enkripsi, dan pemilik aplikasi yang menyetujui restore test.

3-2-1-1-0 dalam praktik

Tiga salinan data, dua media, satu offsite/offline, satu immutable (ransomware-resistant), dan nol error pada restore test berkala. Immutable bisa Linux hardened repo Veeam, object storage WORM, atau tape air-gapped.

Pisahkan akun administrasi backup dari domain produksi; segmentasi jaringan ke repository wajib dalam hardening modern.

Operasional dan audit

Dashboard success rate job, alerting gagal backup, dan laporan restore drill disimpan untuk audit internal/regulasi. Otomatisasi tidak menggantikan review manusia bulanan.

Intilogy membantu workshop tiering, desain repository, implementasi Veeam, dan restore drill pertama bersama tim Anda.

Pertanyaan umum

Apa bedanya strategi backup dan disaster recovery?

Backup fokus pada salinan dan restore data; DR mencakup failover infrastruktur, runbook, dan kontinuitas bisnis penuh. Keduanya saling melengkapi.

Halaman terkait

Butuh penawaran atau rekomendasi solusi IT?

Kirim kebutuhan singkat — tim Intilogy akan menghubungi Anda untuk BoQ, sourcing, dan langkah implementasi.

Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp