Tantangan
Infrastruktur dan proses existing tidak lagi mendukung SLA bisnis untuk multi site procurement. Window maintenance semakin sempit sementara beban operasional dan volume data terus naik.
Pengadaan terfragmentasi antar cabang atau vendor menyebabkan spesifikasi tidak konsisten, garansi sulit dilacak saat audit, dan BoQ tidak comparable antar quotation.
Tim IT internal kekurangan dokumentasi as-built, runbook recovery, dan single owner SLA — insiden memakan waktu troubleshooting berjam-jam dan escalasi ke manajemen.
Solusi Intilogy
Assessment terstruktur: workshop kebutuhan dengan tim IT & procurement, site survey bila diperlukan, sizing kapasitas, dan penyusunan desain Multi Site Procurement dengan BoQ/BoM resmi multi-vendor.
One stop procurement & koordinasi delivery — channel resmi Dell/HPE/Cisco/Fortinet/Lenovo/QNAP/Zebra sesuai scope, staging terpusat bila multi-site, dan milestone UAT sebelum sign-off go-live.
Implementasi bertahap dengan integrasi ke sistem existing (backup Veeam, monitoring, WMS/VMS, AD, atau jaringan SD-WAN). Handover: diagram as-built, daftar serial & garansi, SOP operasional, dan berita acara serah terima untuk audit procurement.
Selaras positioning IT Procurement — One stop IT procurement — BoQ/BoM resmi, pengadaan multi-vendor, dan koordinasi delivery dalam satu mitra.
Hasil
Availability dan prediktabilitas operasi meningkat; insiden kritikal ditangani dengan runbook yang disepakati, bukan improvisasi.
Jejak dokumen procurement lengkap (BoQ, quotation, PO, BA) mempercepat audit internal dan perencanaan budget tahun berikutnya.
Tim IT internal dapat fokus pada optimasi bisnis karena baseline kinerja, vendor support, dan ownership operasional multi site procurement sudah jelas — mitra implementasi tetap available untuk escalation.