Arsitektur Hybrid Cloud Enterprise untuk BDR
Arsitektur hybrid cloud untuk Backup & Disaster Recovery (BDR) menggabungkan infrastruktur on-premise dengan layanan cloud publik seperti AWS, Azure, atau Google Cloud. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menyimpan data sensitif di lokasi sendiri untuk kepatuhan, sementara memanfaatkan cloud untuk kapasitas tak terbatas dan biaya operasional rendah. Komponen inti meliputi backup server lokal (misal Veeam Backup & Replication), storage primer seperti Synology NAS dengan RAID 6, dan koneksi dedicated ke cloud melalui VPN atau Direct Connect. Data direplikasi secara incremental ke cloud storage (misal AWS S3 atau Azure Blob) dengan enkripsi AES-256, memastikan keamanan saat transit dan saat istirahat.
Perbandingan: Hybrid Cloud vs Public Cloud untuk BDR
Ketika memilih strategi BDR, perusahaan sering dihadapkan pada pilihan antara hybrid cloud dan public cloud. Hybrid cloud menawarkan kontrol penuh atas data sensitif dengan menyimpannya di on-premise, sementara public cloud seperti AWS Backup atau Azure Site Recovery menyediakan skalabilitas tanpa batas tanpa investasi hardware. Keunggulan hybrid cloud adalah latensi rendah untuk restore lokal, kepatuhan terhadap regulasi data di Indonesia (misal UU PDP), dan biaya jangka panjang lebih rendah untuk data yang sering diakses. Sebaliknya, public cloud unggul dalam kemudahan deployment, tidak perlu maintenance hardware, dan model pay-as-you-go yang cocok untuk perusahaan dengan fluktuasi kapasitas.