Arsitektur Hybrid Cloud Enterprise
Arsitektur Hybrid Cloud yang ideal bagi enterprise Indonesia terdiri dari komponen on-premise yang terintegrasi erat dengan cloud publik melalui koneksi VPN atau Direct Connect. Di sisi on-premise, server dari Lenovo atau HP menjalankan hypervisor VMware vSphere untuk mengelola virtual machine. Data disimpan di storage area network (SAN) dari Dell atau Synology dengan replikasi real-time ke cloud untuk disaster recovery. Lapisan keamanan diperkuat oleh firewall Fortinet dan solusi cybersecurity yang memonitor traffic antar lingkungan. Orkestrasi beban kerja dilakukan menggunakan VMware vRealize Automation, memungkinkan provisioning otomatis dan scaling berdasarkan permintaan. Komponen cloud publik, seperti AWS atau Azure, menyediakan layanan PaaS dan SaaS untuk aplikasi yang membutuhkan skalabilitas tinggi. Arsitektur ini memisahkan data berdasarkan klasifikasi: data sensitif tetap di on-premise, sementara data non-kritis dapat dipindahkan ke cloud. Konektivitas andal menjadi kunci, dengan Cisco sebagai penyedia jaringan backbone. Intilogy memastikan setiap komponen terkonfigurasi untuk high availability, termasuk load balancing dan failover otomatis untuk menjaga uptime 99.99%.