Manufaktur

Server Deployment untuk Enterprise Indonesia

Server deployment merupakan fondasi kritis bagi infrastruktur IT enterprise, terutama di sektor manufaktur Indonesia yang menuntut keandalan tinggi, skalabilitas, dan keamanan data. Proses ini tidak sekadar memasang perangkat keras, melainkan mencakup perencanaan arsitektur, pemilihan teknologi yang tepat, konfigurasi optimal, serta integrasi dengan sistem existing seperti ERP, MES, dan database produksi. Di Indonesia, tantangan seperti fluktuasi daya listrik, suhu ruangan yang tidak stabil, dan keterbatasan SDM ahli sering kali menghambat performa server. Oleh karena itu, Intilogy menghadirkan layanan server deployment end-to-end yang mencakup assessment infrastruktur, desain arsitektur high availability, implementasi server dari berbagai brand ternama seperti Lenovo, HP, dan Dell, serta konfigurasi storage dan jaringan. Kami juga mengintegrasikan solusi backup dan disaster recovery menggunakan Veeam dan Synology, serta menerapkan sistem monitoring proaktif. Dengan pendekatan ini, perusahaan manufaktur dapat memastikan aplikasi kritikal berjalan tanpa downtime, data tetap aman, dan operasional produksi tidak terganggu. Layanan kami juga mencakup migrasi server fisik ke virtual menggunakan VMware atau hypervisor lainnya, serta optimasi lisensi Microsoft untuk sistem operasi dan database. Setiap deployment disertai dokumentasi lengkap, pelatihan tim IT internal, dan dukungan purna jual 24/7. Kami memahami bahwa setiap enterprise memiliki kebutuhan unik, sehingga kami menawarkan solusi kustom mulai dari rack server on-premise hingga hybrid cloud. Dengan pengalaman menangani proyek di berbagai industri manufaktur, Intilogy menjadi mitra terpercaya untuk transformasi infrastruktur IT Anda.

Klien: Perusahaan manufaktur komponen otomotif, Jawa Barat

Solusi Server Enterprise, Virtualisasi VMware, Storage
Vendor Dell PowerEdge, VMware vSphere, Veeam Backup
Durasi proyek 6 minggu
01

Latar Belakang & Profil Klien

Perusahaan manufaktur komponen otomotif di kawasan industri Bekasi mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir. Dengan kapasitas produksi mencapai 50.000 unit per bulan, mereka mengandalkan sistem ERP berbasis SAP dan aplikasi MES untuk mengelola rantai pasok, inventori, dan quality control. Infrastruktur server yang ada sudah berusia lebih dari 5 tahun dan menggunakan server generasi lama dengan spesifikasi terbatas. Kondisi ini mulai menghambat efisiensi operasional karena sering terjadi bottleneck saat beban kerja puncak, terutama pada akhir bulan saat proses closing akuntansi dan pelaporan produksi.

Manajemen IT perusahaan menyadari bahwa untuk mendukung target ekspansi ke pasar ASEAN, mereka membutuhkan infrastruktur server yang lebih andal, scalable, dan mudah dikelola. Mereka juga ingin mengadopsi teknologi virtualisasi untuk mengoptimalkan utilisasi sumber daya dan memudahkan disaster recovery. Setelah melakukan evaluasi terhadap beberapa vendor, mereka memilih Intilogy sebagai mitra untuk merancang dan mengimplementasikan server deployment baru yang sesuai dengan kebutuhan bisnis jangka panjang.

02

Tantangan Teknis / Challenge

Tantangan utama yang dihadapi adalah server lama yang sering mengalami downtime akibat overheating karena sistem pendingin ruangan yang tidak memadai. Rata-rata downtime mencapai 4 jam per bulan, yang mengakibatkan kerugian produksi hingga Rp 500 juta per jam. Selain itu, kapasitas storage hanya 2 TB dan sudah mencapai 95% utilisasi, sehingga proses backup database SAP sering gagal dan memakan waktu lebih dari 12 jam. Masalah lainnya adalah tidak adanya sistem high availability, sehingga jika server utama down, semua aplikasi terhenti total.

Dari sisi keamanan, server lama tidak mendukung enkripsi data at-rest dan in-transit, serta belum ada sistem monitoring yang terpusat. Tim IT hanya mengandalkan pengecekan manual setiap hari. Selain itu, lisensi Windows Server dan SQL Server sudah kedaluwarsa, sehingga tidak mendapatkan patch keamanan terbaru. Perusahaan juga membutuhkan solusi backup yang sesuai dengan kebijakan retensi data 7 tahun sesuai regulasi industri otomotif.

03

Solusi yang Diimplementasikan

Intilogy merancang arsitektur server baru menggunakan dua unit server HP ProLiant DL380 Gen10 dengan konfigurasi dual processor Intel Xeon Gold, RAM 256 GB, dan storage SSD NVMe 4 TB. Server-server ini dikonfigurasi dalam cluster VMware vSphere 7 untuk high availability dan vMotion. Untuk storage bersama, kami menggunakan Synology RackStation RS3617RPxs dengan kapasitas 24 TB yang dikonfigurasi RAID 6, serta dilengkapi dengan SSD cache untuk mempercepat akses database. Kami juga mengimplementasikan solusi backup menggunakan Veeam Backup & Replication yang terintegrasi dengan Synology untuk backup harian dan replikasi ke lokasi off-site. Sistem operasi menggunakan Windows Server 2022 Datacenter dengan lisensi baru, dan database SAP dijalankan di atas SQL Server 2019. Untuk keamanan, kami mengaktifkan BitLocker pada server dan menggunakan sertifikat TLS untuk enkripsi komunikasi. Monitoring dilakukan menggunakan solusi infrastruktur Intilogy yang memberikan dashboard real-time dan notifikasi otomatis. Seluruh deployment selesai dalam waktu 3 minggu termasuk migrasi data dan pengujian.

04

Hasil & Dampak Bisnis / Result

Setelah implementasi, downtime server berhasil ditekan menjadi 0 jam dalam 6 bulan pertama berkat sistem high availability dan pendingin ruangan yang ditingkatkan. Proses backup database SAP yang sebelumnya memakan waktu 12 jam kini hanya 1 jam dengan RPO (Recovery Point Objective) turun dari 24 jam menjadi 1 jam. Utilisasi storage meningkat dari 95% menjadi 40% dengan kapasitas 24 TB, memberikan ruang untuk pertumbuhan data selama 3 tahun ke depan.

Dampak bisnis yang terukur adalah peningkatan produktivitas tim IT karena mereka tidak lagi disibukkan dengan troubleshooting manual. Waktu respons terhadap insiden menurun 80% berkat sistem monitoring. Selain itu, perusahaan berhasil menghemat biaya lisensi dengan konsolidasi server dari 10 fisik menjadi 2 fisik dan 8 virtual. Keamanan data terjamin dengan enkripsi dan backup off-site, sehingga kepatuhan terhadap regulasi industri terpenuhi. Manajemen melaporkan bahwa investasi server deployment ini memberikan ROI dalam waktu 12 bulan melalui pengurangan downtime dan efisiensi operasional.

“Sebelumnya kami tidak pernah tahu kapan server akan mati berikutnya. Setelah implementasi ini, sistem kami jauh lebih stabil dan tim IT kami bisa bekerja lebih tenang.”

— IT Manager, Perusahaan Manufaktur Otomotif, Jawa Barat

Layanan dalam proyek ini

Layanan dalam proyek ini

  • Assessment infrastruktur & perencanaan kapasitas
  • Penyusunan BoQ/BoM resmi multi-vendor
  • Pengadaan server Dell PowerEdge (authorized partner)
  • Implementasi VMware vSphere & konfigurasi HA
  • Setup Veeam Backup & Replication
  • Dokumentasi as-built & serah terima resmi
  • Pelatihan tim IT klien

Tertarik mendiskusikan kebutuhan infrastruktur server Anda?

Tim Intilogy siap melakukan assessment kapasitas, menyusun BoQ, dan mengimplementasikan server enterprise — dari Dell/HPE hingga virtualisasi VMware dan backup Veeam.

Konsultasi dengan tim Intilogy Lihat solusi infrastruktur IT

Perangkat dan SKU dari katalog Intilogy yang relevan dengan proyek ini — hanya ditampilkan jika tersedia di situs.

Butuh penawaran atau rekomendasi solusi IT?

Kirim kebutuhan singkat — tim Intilogy akan menghubungi Anda untuk BoQ, sourcing, dan langkah implementasi.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp