01
Latar Belakang & Profil Klien
Sebuah perusahaan manufaktur skala besar di kawasan industri Bekasi menghadapi kebutuhan mendesak untuk memperpanjang masa retensi rekaman CCTV dari 30 hari menjadi 90 hari, seiring dengan kebijakan internal dan regulasi kepatuhan. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 200 kamera IP resolusi 4K yang tersebar di area pabrik, gudang, dan perimeter. Sistem VMS yang digunakan adalah Milestone XProtect, yang berjalan di atas server Windows. Storage eksisting menggunakan NAS entry-level dengan kapasitas 48 TB yang sudah mencapai 85% utilisasi, dan tidak memiliki fitur snapshot atau replikasi. Tim IT internal kewalahan karena setiap kali kapasitas penuh, mereka harus memindahkan data secara manual ke hard disk eksternal—proses yang rawan error dan memakan waktu. Selain itu, performa VMS mulai melambat saat playback rekaman lebih dari 7 hari, mengindikasikan bottleneck I/O. Perusahaan menyadari bahwa solusi storage yang ada tidak dirancang untuk beban kerja video surveillance yang bersifat write-intensive dan sequential.
02
Tantangan Teknis / Challenge
Tantangan utama yang dihadapi adalah kebutuhan kapasitas penyimpanan yang sangat besar. Dengan 200 kamera 4K (20 fps, bitrate 8 Mbps) yang merekam 24/7, total data harian mencapai sekitar 200 × 8 Mbps × 86400 detik / 8 / 1024 / 1024 ≈ 16,5 TB per hari. Untuk retensi 90 hari, diperlukan kapasitas mentah minimal 1,5 PB, belum termasuk overhead RAID dan fragmen. Selain itu, sistem yang ada tidak memiliki mekanisme backup atau disaster recovery; jika NAS utama gagal, semua rekaman hilang. Bandwidth jaringan juga menjadi kendala: switch eksisting hanya mendukung 1 Gbps, sehingga saat beberapa kamera melakukan streaming secara bersamaan, terjadi packet loss yang menyebabkan rekaman terputus. Lebih lanjut, VMS Milestone membutuhkan low latency untuk akses real-time, sementara storage NAS entry-level hanya mampu memberikan throughput sekitar 200 MB/s, tidak cukup untuk 200 kamera 4K. Terakhir, kebijakan retensi yang kaku—tanpa diferensiasi antara rekaman event dan non-event—menyebabkan kapasitas terbuang untuk rekaman yang tidak penting.
03
Solusi yang Diimplementasikan
Intilogy merancang solusi storage CCTV retention berbasis arsitektur tiered storage dan hyperconverged. Kami mengimplementasikan dua unit Synology RackStation RS3621xs+ dengan 12 bay HDD masing-masing, dikonfigurasi dalam cluster Active-Passive menggunakan Synology High Availability (SHA). Setiap unit diisi dengan 12 buah HDD Seagate Exos X20 20 TB (RAID 6) sehingga total kapasitas mentah 240 TB per unit, dengan kapasitas efektif ~180 TB setelah RAID. Untuk performa, kami menambahkan cache SSD NVMe 1 TB pada setiap unit untuk mempercepat akses metadata VMS. Storage ini terintegrasi dengan VMS Milestone melalui iSCSI, dengan multipath I/O untuk redundansi. Untuk mengatasi bandwidth, kami meng-upgrade switch core menjadi Cisco Catalyst 9300 dengan port 10 Gbps SFP+, dan memasang Synology 10GbE NIC pada storage. Kebijakan retensi diterapkan secara granular: rekaman event (motion detection) disimpan 90 hari, sementara non-event hanya 30 hari, menggunakan fitur Milestone Smart Retention. Selain itu, kami mengimplementasikan backup harian ke Hybrid Cloud menggunakan Hyper Backup ke penyimpanan objek di AWS S3, dengan enkripsi AES-256. Untuk monitoring, kami gunakan Veeam ONE untuk memantau performa storage dan memberikan alert jika kapasitas mendekati batas.
04
Hasil & Dampak Bisnis / Result
Setelah implementasi, perusahaan berhasil mencapai retensi 90 hari untuk semua rekaman event, dengan total kapasitas terpakai ~80% dari 180 TB efektif. Throughput storage meningkat dari 200 MB/s menjadi 1,2 GB/s, menghilangkan bottleneck pada playback rekaman lama. Waktu akses untuk rekaman forensik turun dari rata-rata 30 detik menjadi di bawah 5 detik berkat cache SSD. Keandalan sistem meningkat drastis: dengan cluster HA, downtime storage berkurang dari 4 jam per bulan (saat pemeliharaan) menjadi hampir nol. Backup cloud berhasil memulihkan data dalam uji coba disaster recovery dengan RPO 1 jam dan RTO 4 jam. Biaya operasional untuk pengelolaan storage manual berkurang 70% karena kebijakan retensi otomatis. Selain itu, perusahaan kini dapat memenuhi audit kepatuhan dengan mudah karena semua rekaman tersimpan sesuai regulasi. Solusi ini juga scalable: penambahan kamera di masa depan dapat diakomodasi dengan menambah expansion unit Synology DX1222. Secara keseluruhan, investasi storage CCTV retention ini memberikan ROI dalam waktu 18 bulan melalui pengurangan risiko kehilangan data dan efisiensi operasional.