Awareness

Cara Memilih Server untuk Perusahaan

Server adalah fondasi aplikasi bisnis. Panduan ini membantu tim IT dan procurement menilai kebutuhan sebelum membeli.

Kenali workload sebelum memilih spesifikasi

Setiap perusahaan memiliki pola beban yang berbeda: ERP, database, file sharing, virtualisasi, atau aplikasi line-of-business. Mulai dengan memetakan CPU, RAM, dan I/O yang dibutuhkan — bukan dari spesifikasi marketing vendor.

Untuk workload database atau ERP, prioritaskan memori dan storage IOPS. Untuk konsolidasi VM, pertimbangkan jumlah core dan dukungan hypervisor. Dokumentasikan peak usage selama minimal satu siklus operasional (misalnya akhir bulan atau musim penjualan).

On premise vs rack vs blade

Server tower cocok untuk kantor kecil dengan sedikit VM. Rack server menjadi standar data center dan colocation. Blade menawarkan kepadatan tinggi bila Anda sudah punya chassis dan kebutuhan scale horizontal yang jelas.

Pastikan ruangan memiliki power, cooling, dan akses fisik yang memadai. Rencanakan UPS dan PDU sejak awal agar tidak ada bottleneck setelah server terpasang.

Redundansi dan garansi enterprise

Dua power supply, RAID, dan NIC redundant mengurangi single point of failure. Pilih garansi on-site dengan SLA respon yang selaras dengan kritikalitas aplikasi.

Intilogy membantu sizing, perbandingan Dell/HPE/Lenovo, quotation terstruktur, instalasi, dan handover dokumentasi ke tim internal Anda.

Pertanyaan umum

Berapa lama siklus refresh server?

Umumnya 4–5 tahun untuk workload bisnis, tergantung performa dan kebijakan depreciasi aset.

Halaman terkait

Butuh penawaran atau rekomendasi solusi IT?

Kirim kebutuhan singkat — tim Intilogy akan menghubungi Anda untuk BoQ, sourcing, dan langkah implementasi.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp