Manufacturing

HCI Manufacturing untuk Enterprise Indonesia

Di era digitalisasi industri 4.0, perusahaan manufaktur di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola infrastruktur TI yang tersebar di berbagai lokasi pabrik atau remote office/branch office (ROBO). Kebutuhan akan sistem yang tangguh, mudah dikelola, dan hemat biaya menjadi krusial. Hyperconverged Infrastructure (HCI) hadir sebagai solusi tepat untuk konsolidasi server ROBO, menggabungkan komputasi, penyimpanan, dan jaringan dalam satu platform terintegrasi. Dengan HCI, perusahaan manufaktur dapat mengurangi kompleksitas manajemen, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan ketersediaan data yang tinggi. Intilogy, sebagai mitra solusi TI enterprise, menyediakan layanan lengkap mulai dari assessment, desain arsitektur, implementasi, hingga dukungan berkelanjutan. Kami bekerja sama dengan vendor terkemuka seperti VMware, Veeam, Synology, dan Cisco untuk memberikan solusi HCI yang sesuai dengan kebutuhan spesifik industri manufaktur di Indonesia. Baik untuk konsolidasi server di pabrik, gudang, atau kantor cabang, HCI Manufacturing dari Intilogy menjamin performa optimal, skalabilitas, dan keamanan data. Dengan pendekatan yang terukur dan dukungan lokal, kami membantu perusahaan manufaktur mempercepat transformasi digital dan meraih keunggulan kompetitif.

Klien: Grup manufaktur terkemuka di Indonesia

01

Latar Belakang & Profil Klien

Perusahaan manufaktur di kawasan industri Bekasi dengan 15 pabrik dan 30 gudang tersebar di Jawa dan Sumatera. Mereka memiliki infrastruktur TI tradisional dengan server fisik di setiap lokasi, yang menyebabkan biaya operasional tinggi dan manajemen yang rumit. Setiap pabrik memiliki server sendiri untuk menjalankan aplikasi ERP, database, dan file server. Namun, seiring pertumbuhan bisnis, mereka mengalami kesulitan dalam hal skalabilitas, pemeliharaan, dan disaster recovery. Mereka membutuhkan solusi yang dapat mengkonsolidasikan server-server tersebut tanpa mengorbankan performa dan ketersediaan. Selain itu, mereka ingin mempermudah proses backup dan recovery data antar lokasi. Oleh karena itu, mereka mencari mitra yang dapat memberikan solusi HCI terintegrasi dengan dukungan penuh di Indonesia.

02

Tantangan Teknis / Challenge

Tantangan utama adalah mengelola 45 server fisik yang tersebar dengan spesifikasi berbeda-beda. Setiap server memiliki beban kerja yang bervariasi, mulai dari aplikasi produksi hingga sistem administrasi. Proses backup dilakukan secara manual menggunakan tape drive, sehingga memakan waktu dan rentan terhadap kegagalan. RPO (Recovery Point Objective) saat ini adalah 24 jam, dan RTO (Recovery Time Objective) bisa mencapai 48 jam karena harus mengirimkan tape ke pusat data. Selain itu, tidak ada mekanisme failover otomatis; jika satu server gagal, aplikasi di lokasi tersebut terhenti hingga server diperbaiki. Biaya listrik dan pendingin untuk 45 server juga sangat tinggi. Mereka membutuhkan solusi yang dapat mengurangi jumlah fisik server, meningkatkan efisiensi backup, dan menyediakan high availability dengan biaya yang lebih rendah.

03

Solusi yang Diimplementasikan

Kami mengimplementasikan solusi HCI menggunakan platform VMware vSAN di atas server Lenovo ThinkAgile HX Series yang didistribusikan ke 5 lokasi pusat regional. Setiap cluster terdiri dari 3 node untuk menyediakan high availability dan fault tolerance. Untuk backup dan disaster recovery, kami menggunakan Veeam Backup & Replication yang terintegrasi dengan Synology NAS sebagai target backup di setiap lokasi. Jaringan antar lokasi dihubungkan dengan Cisco SD-WAN untuk memastikan koneksi yang stabil dan aman. Kami juga mengimplementasikan HCI management melalui vCenter Server untuk memonitor seluruh infrastruktur secara terpusat. Dengan solusi ini, jumlah server fisik berkurang dari 45 menjadi 15 node HCI, menghemat ruang dan daya secara signifikan. Proses backup kini berjalan otomatis setiap jam dengan deduplikasi global, mengurangi bandwidth dan waktu backup.

04

Hasil & Dampak Bisnis / Result

Setelah implementasi, RPO turun drastis dari 24 jam menjadi 1 jam, dan RTO dari 48 jam menjadi kurang dari 30 menit. Biaya listrik dan pendingin turun 60% karena pengurangan jumlah server fisik. Downtime akibat kegagalan server berkurang 95% berkat fitur high availability dan live migration. Tim IT kini dapat mengelola seluruh infrastruktur dari satu dashboard, menghemat waktu operasional hingga 70%. Selain itu, dengan solusi Backup & Disaster Recovery yang terintegrasi, perusahaan merasa lebih tenang menghadapi potensi bencana. Mereka juga dapat dengan mudah menambah kapasitas hanya dengan menambahkan node baru tanpa mengganggu operasional. Secara bisnis, produktivitas pabrik meningkat karena aplikasi selalu tersedia, dan biaya TI turun signifikan. Perusahaan kini memiliki fondasi TI yang solid untuk mendukung ekspansi ke depannya.

Butuh penawaran atau rekomendasi solusi IT?

Kirim kebutuhan singkat — tim Intilogy akan menghubungi Anda untuk BoQ, sourcing, dan langkah implementasi.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp