01
Latar Belakang & Profil Klien
Perusahaan manufaktur di kawasan industri Cikarang dengan lebih dari 500 karyawan dan sistem ERP yang berjalan di atas platform virtualisasi VMware. Mereka memiliki data produksi harian yang mencapai 2 TB, termasuk file CAD, laporan kualitas, dan data transaksional. Infrastruktur storage sebelumnya menggunakan server lokal dengan RAID 5 yang sudah berusia 5 tahun dan sering mengalami bottleneck. Mereka membutuhkan solusi storage yang lebih modern dengan kapasitas minimal 50 TB, dukungan snapshot, dan kemampuan disaster recovery ke lokasi kedua.
02
Tantangan Teknis / Challenge
Tantangan utama adalah waktu henti (downtime) yang tidak terencana akibat kegagalan disk pada storage lama. Backup database SQL Server sering gagal karena keterbatasan bandwidth dan tidak ada mekanisme deduplikasi. RPO (Recovery Point Objective) saat ini mencapai 24 jam, dan RTO (Recovery Time Objective) lebih dari 8 jam untuk pemulihan penuh. Selain itu, manajemen storage masih manual menggunakan GUI yang tidak terintegrasi dengan sistem monitoring. Klien juga membutuhkan replikasi data secara real-time ke kantor cabang di Surabaya untuk memenuhi kebijakan business continuity.
03
Solusi yang Diimplementasikan
Intilogy mendesain arsitektur storage hybrid dengan menggunakan Synology RackStation RS3617xs+ sebagai primary storage untuk data produksi, dilengkapi dengan SSD cache untuk mempercepat akses file CAD. Untuk backup dan disaster recovery, diimplementasikan QNAP TVS-872XT di kantor pusat dan QNAP TS-873A di kantor cabang Surabaya. Kedua unit QNAP dikonfigurasi dengan Veeam Backup & Replication untuk melakukan backup incremental setiap 15 menit dan replikasi asinkron ke cabang. Integrasi dengan VMware vSphere memungkinkan backup agentless dan restore instan. Selain itu, diterapkan networking dedicated link 10 GbE antara storage dan server compute untuk menghilangkan bottleneck. Solusi backup and disaster recovery ini juga mencakup kebijakan retensi 30 hari dan pengujian restore bulanan.
04
Hasil & Dampak Bisnis / Result
Setelah implementasi, RPO turun drastis dari 24 jam menjadi 15 menit, dan RTO untuk pemulihan server virtual menjadi kurang dari 1 jam. Kinerja akses file CAD meningkat 300% berkat SSD cache. Backup yang sebelumnya sering gagal kini berjalan sukses 99,9% dengan deduplikasi yang menghemat kapasitas penyimpanan hingga 60%. Manajemen storage kini terpusat melalui Synology DSM dan QNAP QTS yang dapat diintegrasikan dengan sistem monitoring perusahaan. Dampak bisnis langsung terlihat dari berkurangnya downtime produksi dan peningkatan kepercayaan terhadap sistem IT. Perusahaan juga berhasil memenuhi audit kepatuhan data dengan adanya replikasi ke cabang Surabaya. Solusi server dan storage ini telah menjadi fondasi untuk transformasi digital mereka selanjutnya.