Retail

Storage NAS Enterprise untuk Retail Nasional Indonesia

Di era digital, perusahaan retail nasional di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola data yang terus bertambah. Mulai dari data transaksi harian, data inventaris, hingga data pelanggan yang sensitif, semuanya membutuhkan solusi penyimpanan yang andal, aman, dan skalabel. Storage NAS (Network Attached Storage) Enterprise hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Tidak hanya sekadar tempat penyimpanan, NAS modern menawarkan fitur-fitur canggih seperti snapshot, replikasi, deduplikasi, dan integrasi dengan layanan cloud. Untuk perusahaan retail dengan banyak cabang, NAS Enterprise memungkinkan sentralisasi data, akses cepat, dan backup terpusat. Intilogy, sebagai mitra IT terpercaya, menyediakan solusi NAS dari berbagai vendor seperti Synology, QNAP, dan Lenovo, serta mengintegrasikannya dengan solusi backup seperti Veeam untuk memastikan data tetap aman dan tersedia kapan pun dibutuhkan. Dengan pendekatan end-to-end, mulai dari assessment kebutuhan, desain arsitektur, implementasi, hingga dukungan purna jual, Intilogy membantu perusahaan retail nasional mengoptimalkan infrastruktur penyimpanan mereka. Artikel ini akan mengupas tuntas studi kasus implementasi Storage NAS Enterprise di sebuah perusahaan retail nasional di Indonesia, mulai dari latar belakang, tantangan teknis, solusi yang diimplementasikan, hingga hasil dan dampak bisnis yang dicapai.

Klien: Rantai retail nasional

01

Latar Belakang & Profil Klien

Perusahaan retail nasional yang bergerak di bidang fashion dengan lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia. Dengan pertumbuhan bisnis yang pesat, volume data transaksi harian mencapai puluhan gigabyte, dan data historis yang perlu disimpan mencapai puluhan terabyte. Sebelumnya, mereka menggunakan server storage lokal di setiap cabang, yang menyebabkan fragmentasi data, kesulitan dalam backup, dan risiko kehilangan data. Manajemen IT pusat membutuhkan solusi yang dapat menyatukan data dari seluruh cabang, memudahkan akses untuk analisis bisnis, dan memenuhi kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi. Mereka juga membutuhkan solusi yang dapat diskalakan seiring pertumbuhan bisnis.

02

Tantangan Teknis / Challenge

Tantangan utama adalah fragmentasi data di 200+ cabang. Setiap cabang menggunakan server lokal dengan kapasitas 2-4 TB, dan backup dilakukan secara manual ke hard disk eksternal. Proses backup sering gagal karena human error, dan pemulihan data memakan waktu berhari-hari. Selain itu, akses data untuk laporan penjualan nasional sangat lambat karena harus mengumpulkan data dari setiap cabang melalui VPN yang tidak stabil. Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data penjualan harian bisa mencapai 12 jam, sehingga laporan sering terlambat. Risiko kehilangan data juga tinggi karena tidak ada backup terpusat yang terenkripsi. Mereka juga membutuhkan solusi yang mendukung snapshot dan replikasi untuk disaster recovery.

03

Solusi yang Diimplementasikan

Intilogy merancang arsitektur storage NAS Enterprise dengan menggunakan dua unit Synology RackStation RS3617xs+ di pusat data utama untuk menyimpan data primer, dan satu unit Synology RS2416RP+ di pusat data sekunder untuk replikasi. Setiap cabang dilengkapi dengan Synology DiskStation DS218+ untuk menyimpan data sementara dan melakukan sinkronisasi otomatis ke pusat data menggunakan protokol rsync terenkripsi. Untuk backup, diimplementasikan Veeam Backup & Replication yang terintegrasi dengan Synology, memungkinkan backup harian incremental dan full backup mingguan. Selain itu, digunakan solusi Synology Active Backup for Business untuk backup server fisik dan virtual. Untuk keamanan, diaktifkan enkripsi AES-256 pada volume dan snapshot. Semua perangkat terhubung melalui jaringan MPLS yang disediakan oleh Networking Cisco. Sistem juga diintegrasikan dengan HCI untuk workload tertentu.

04

Hasil & Dampak Bisnis / Result

Setelah implementasi, waktu pengumpulan data penjualan harian turun dari 12 jam menjadi 15 menit. Backup data kini berjalan otomatis setiap malam dengan success rate 99.9%. RPO (Recovery Point Objective) turun dari 24 jam menjadi 1 jam, dan RTO (Recovery Time Objective) menjadi 4 jam untuk pemulihan penuh. Biaya operasional IT berkurang 30% karena tidak perlu lagi mengelola backup manual di setiap cabang. Keamanan data meningkat dengan enkripsi dan kontrol akses berbasis peran. Perusahaan kini dapat dengan mudah melakukan scale up storage dengan menambah disk atau unit NAS tanpa downtime. Dengan solusi ini, perusahaan retail nasional tersebut siap menghadapi pertumbuhan bisnis di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut tentang solusi storage, kunjungi Server & Storage atau Backup & Disaster Recovery.

Perangkat dan SKU dari katalog Intilogy yang relevan dengan proyek ini — hanya ditampilkan jika tersedia di situs.

Butuh penawaran atau rekomendasi solusi IT?

Kirim kebutuhan singkat — tim Intilogy akan menghubungi Anda untuk BoQ, sourcing, dan langkah implementasi.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp