Latar Belakang
Salah satu pabrik manufaktur makanan ringan skala nasional di Jawa Tengah (nama klien dirahasiakan) mengoperasikan kompleks produksi luas — lini produksi, gudang bahan baku, cold storage, area packaging, kantor, dan loading dock — dengan ribuan karyawan shift dan ratusan perangkat handheld untuk scanning, MES, dan ERP mobile.
WiFi existing sudah tidak memadai: dead zone di gudang tinggi, roaming putus saat forklift bergerak, dan kapasitas jejak saat peak shift. Manajemen meminta refresh jaringan nirkabel enterprise dengan ~130 titik access point, dokumentasi heatmap, dan segmentasi VLAN yang jelas antara operasional produksi dan kantor.
Intilogy ditugaskan end-to-end: site survey RF, desain coverage, BoQ/BoM resmi, instalasi fisik AP dan backbone PoE, konfigurasi controller terpusat, UAT per zona, hingga serah terima as-built ke tim IT pabrik.
Site Survey & Desain RF
Tim survey memetakan setiap gedung dengan heatmap prediktif dan validasi on-site: pengukuran RSSI di aisle gudang, lini produksi, dan cold storage. Hasil survey menentukan density AP — area high-bay gudang membutuhkan AP directional/omni dengan spacing lebih rapat; kantor dan meeting room memakai AP ceiling dengan load balancing.
Channel plan 5 GHz dan 2.4 GHz diset non-overlapping per lantai; transmit power dituning agar cell size optimal untuk roaming handheld, bukan coverage berlebihan yang menimbulkan co-channel interference.
Backbone PoE & Controller Terpusat
Switch access layer PoE+ di-upgrade untuk men-support 130 AP dengan headroom daya. Uplink antar IDF via fiber; setiap AP terdaftar di controller terpusat dengan template konfigurasi standar — SSID, VLAN, QoS voice/data, dan captive portal guest terpisah.
Manajemen dari satu dashboard: firmware batch update, health AP, client count per SSID, dan alert AP offline. Tim IT pabrik dilatih untuk operasi harian tanpa ketergantungan vendor eksternal untuk perubahan SSID minor.