Solusi IT Enterprise

SD-WAN Solution untuk Enterprise Indonesia

SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network) telah menjadi tulang punggung transformasi digital perusahaan enterprise di Indonesia, menggantikan arsitektur WAN tradisional yang kaku dan mahal. Dengan pertumbuhan pesat adopsi cloud, aplikasi SaaS, dan mobilitas tenaga kerja, kebutuhan akan konektivitas yang agile, aman, dan hemat biaya semakin mendesak. SD-WAN memisahkan bidang kontrol dari bidang data, memungkinkan manajemen lalu lintas yang cerdas berdasarkan kebijakan bisnis, bukan sekadar routing IP. Di Indonesia, tantangan geografis seperti kepulauan, infrastruktur telekomunikasi yang bervariasi, dan biaya bandwidth internasional yang tinggi membuat SD-WAN menjadi solusi ideal. Dengan kemampuannya mengagregasi berbagai jenis koneksi (MPLS, broadband, LTE) dan melakukan load balancing otomatis, perusahaan dapat meningkatkan ketersediaan aplikasi hingga 99,99% dan mengurangi biaya bandwidth hingga 40%. Lebih dari itu, SD-WAN modern terintegrasi dengan firewall next-generation (NGFW), seperti yang ditawarkan oleh Fortinet melalui Secure SD-WAN, atau solusi dari Cisco dengan DNA Center. Integrasi ini memungkinkan segmentasi jaringan yang dinamis, enkripsi end-to-end, dan deteksi ancaman secara real-time. Bagi enterprise yang sedang melakukan migrasi ke Hybrid Cloud, SD-WAN menyediakan konektivitas langsung ke penyedia cloud seperti AWS, Azure, atau Google Cloud melalui koneksi dedicated, mengurangi latensi dan meningkatkan keamanan data. Intilogy, sebagai penyedia solusi IT enterprise di Indonesia, menawarkan layanan konsultasi, desain arsitektur, implementasi, dan dukungan penuh untuk SD-WAN, memastikan setiap deployment sesuai dengan kebutuhan bisnis spesifik, baik untuk kantor pusat, cabang, maupun data center. Dengan pendekatan vendor-agnostic, kami membantu Anda memilih platform yang tepat, baik itu dari VMware SD-WAN by VeloCloud, Fortinet, atau Cisco, serta mengintegrasikannya dengan infrastruktur existing seperti Networking dan Cyber Security.

Arsitektur SD-WAN: Overlay Cerdas di Atas Infrastruktur Heterogen

Arsitektur SD-WAN terdiri dari tiga komponen utama: controller (orchestrator), edge devices (CPE), dan gateway cloud. Controller berfungsi sebagai otak yang mengelola kebijakan, konfigurasi, dan monitoring secara terpusat. Edge devices ditempatkan di setiap lokasi (kantor pusat, cabang, data center) dan bertanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan forwarding. Gateway cloud menyediakan koneksi aman ke penyedia cloud publik. Dalam arsitektur SD-WAN modern, overlay jaringan dibuat menggunakan tunnel enkripsi seperti IPsec atau VXLAN, yang berjalan di atas infrastruktur underlay (MPLS, broadband, LTE). Setiap edge device memiliki kemampuan untuk melakukan path selection secara dinamis berdasarkan metrik seperti latency, jitter, packet loss, dan biaya. Misalnya, aplikasi real-time seperti VoIP dan video conference dapat diarahkan melalui jalur MPLS yang stabil, sementara backup data dapat dikirim melalui broadband yang lebih murah. Integrasi dengan Cyber Security menjadi krusial; SD-WAN dapat menerapkan kebijakan segmentation dan firewall terdistribusi, seperti yang ada pada Secure SD-WAN dari Fortinet. Selain itu, arsitektur SD-WAN mendukung Zero Touch Provisioning (ZTP), memungkinkan edge device dikonfigurasi secara otomatis begitu terhubung ke internet, mempercepat deployment di cabang-cabang baru. Untuk enterprise yang memiliki banyak cabang di Indonesia, arsitektur ini mengurangi ketergantungan pada MPLS dan memungkinkan penggunaan broadband lokal yang lebih ekonomis.

Penerapan SD-WAN juga memerlukan pertimbangan terhadap topologi jaringan. Topologi hub-and-spoke masih umum digunakan, namun untuk perusahaan dengan kebutuhan latensi rendah antar cabang, topologi full-mesh atau partial-mesh dapat diimplementasikan. Controller SD-WAN biasanya di-deploy di data center atau cloud, dan dapat dikelola melalui dashboard berbasis web. Monitoring real-time dan analitik menjadi fitur penting, memberikan visibilitas terhadap performa aplikasi, utilisasi bandwidth, dan kesehatan jaringan. Banyak platform SD-WAN juga mendukung API untuk integrasi dengan sistem manajemen IT lainnya, seperti Infrastruktur IT monitoring. Di Indonesia, tantangan seperti fluktuasi kualitas broadband dapat diatasi dengan mekanisme forward error correction (FEC) dan packet duplication yang ada di beberapa solusi SD-WAN. Arsitektur yang baik juga harus mempertimbangkan redundansi dan high availability, baik di level controller maupun edge device, untuk memastikan konektivitas bisnis tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pada salah satu link.

Selain itu, arsitektur SD-WAN harus mendukung kebijakan Quality of Service (QoS) yang granular. Misalnya, aplikasi ERP seperti SAP atau Oracle dapat diberikan prioritas tertinggi, sementara akses internet umum dibatasi. Integrasi dengan VMware SD-WAN memungkinkan koneksi langsung ke lingkungan virtualisasi, sementara integrasi dengan HCI dapat mengoptimalkan lalu lintas antara data center dan cabang. Pemilihan vendor juga mempengaruhi arsitektur; misalnya, Cisco SD-WAN menggunakan konsep vSmart, vBond, dan vManage, sementara Fortinet menggunakan FortiGate sebagai edge device dan FortiManager sebagai controller. Intilogy membantu perusahaan memilih arsitektur yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan infrastruktur existing.

Perbandingan SD-WAN vs MPLS: Biaya, Fleksibilitas, dan Performa

Perbandingan antara SD-WAN dan WAN tradisional (berbasis MPLS) sangat signifikan dalam hal biaya, fleksibilitas, dan manajemen. WAN tradisional mengandalkan router fisik dengan konfigurasi manual di setiap lokasi, sehingga perubahan kebijakan memerlukan intervensi teknis yang lambat. Biaya MPLS per Mbps di Indonesia masih relatif tinggi, terutama untuk koneksi antar pulau. SD-WAN memungkinkan penggunaan broadband lokal yang lebih murah sebagai pengganti atau pelengkap MPLS, dengan mekanisme path selection otomatis yang menjaga kualitas aplikasi. Dari segi manajemen, SD-WAN menyediakan dashboard terpusat untuk konfigurasi, monitoring, dan troubleshooting, mengurangi beban tim IT. Contohnya, menambah cabang baru secara tradisional memakan waktu berminggu-minggu, sementara dengan SD-WAN dan ZTP, dapat selesai dalam hitungan jam.

Keamanan juga menjadi pembeda. Router tradisional biasanya hanya memiliki firewall dasar, sementara SD-WAN modern mengintegrasikan NGFW, IPS, dan segmentasi. Solusi seperti Secure SD-WAN dari Fortinet atau Cisco SD-WAN dengan integrasi Cyber Security memberikan perlindungan menyeluruh. Selain itu, SD-WAN mendukung koneksi langsung ke cloud (cloud on-ramp) tanpa harus melalui data center, mengurangi latensi dan biaya. Dalam hal skalabilitas, SD-WAN lebih mudah diskalakan seiring pertumbuhan bisnis. Namun, perlu diingat bahwa SD-WAN memerlukan investasi awal untuk perangkat edge dan controller, serta pelatihan tim IT. Bagi perusahaan yang sudah memiliki investasi besar pada router MPLS, migrasi bertahap dapat dilakukan dengan hybrid WAN, di mana MPLS tetap digunakan untuk aplikasi kritis sementara broadband untuk trafik lainnya. Intilogy dapat membantu melakukan assessment untuk menentukan strategi migrasi yang optimal, termasuk integrasi dengan infrastruktur Networking existing.

Dari sisi performa, SD-WAN unggul dalam optimasi aplikasi. Dengan fitur seperti WAN optimization (compression, deduplication, caching) yang terintegrasi, SD-WAN dapat meningkatkan throughput aplikasi hingga 2-3 kali lipat dibandingkan MPLS biasa. Selain itu, SD-WAN memberikan visibilitas end-to-end terhadap performa aplikasi, yang tidak dimiliki oleh WAN tradisional. Bagi enterprise yang mengadopsi Hybrid Cloud, SD-WAN menjadi pilihan wajib karena kemampuannya menghubungkan cabang langsung ke cloud provider. Meskipun demikian, untuk perusahaan dengan kebutuhan koneksi point-to-point yang sangat stabil dan SLA ketat, MPLS masih menjadi opsi yang valid. Namun, tren di Indonesia menunjukkan bahwa SD-WAN semakin diadopsi, terutama di sektor ritel, perbankan, dan manufaktur.

Use Case SD-WAN di Industri: Retail, Perbankan, dan Manufaktur

SD-WAN memberikan nilai signifikan di berbagai industri di Indonesia. Di sektor ritel, dengan ratusan hingga ribuan cabang tersebar di seluruh nusantara, SD-WAN memungkinkan koneksi yang stabil untuk aplikasi POS, inventory management, dan CCTV. Contohnya, sebuah jaringan ritel modern dengan 500 cabang di Jawa dan Sumatera dapat mengganti koneksi MPLS yang mahal dengan broadband lokal, menghemat biaya hingga 50% per cabang. Dengan SD-WAN, aplikasi real-time seperti transaksi kartu kredit tetap berjalan lancar melalui jalur prioritas, sementara video surveillance dari CCTV Enterprise dialihkan ke jalur broadband yang lebih murah. Selain itu, segmentasi jaringan memisahkan lalu lintas karyawan, tamu, dan perangkat IoT, meningkatkan keamanan.

Di sektor perbankan dan keuangan, kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan data menjadi prioritas. SD-WAN dengan enkripsi end-to-end dan integrasi Firewall memenuhi persyaratan tersebut. Bank dengan banyak kantor cabang dan ATM dapat menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan semua lokasi ke data center pusat, dengan kebijakan routing yang memastikan transaksi finansial melalui jalur paling aman dan stabil. Selain itu, SD-WAN memungkinkan koneksi langsung ke cloud untuk layanan perbankan digital, mengurangi latensi dan meningkatkan pengalaman nasabah. Contoh implementasi: Bank regional di Surabaya berhasil mengurangi biaya koneksi antar cabang hingga 40% dan meningkatkan uptime aplikasi core banking menjadi 99,95% setelah migrasi ke SD-WAN.

Sektor manufaktur dan logistik juga diuntungkan. Pabrik dengan sistem SCADA, IoT sensors, dan aplikasi ERP membutuhkan koneksi yang andal dan latency rendah. SD-WAN dapat memprioritaskan lalu lintas kontrol mesin melalui jalur MPLS, sementara data non-kritis seperti backup dikirim via broadband. Sebuah perusahaan manufaktur otomotif di Karawang dengan 3 pabrik dan 10 gudang berhasil mengintegrasikan SD-WAN dengan Server & Storage untuk replikasi data real-time, mengurangi waktu henti produksi akibat gangguan jaringan. Di sektor pendidikan, universitas dengan multi-kampus dapat menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan jaringan akademik, perpustakaan digital, dan sistem administrasi, dengan prioritas untuk aplikasi e-learning dan video conference.

Integrasi SD-WAN dengan Cloud dan Teknologi Lain

SD-WAN memungkinkan integrasi mulus dengan berbagai platform cloud dan teknologi enterprise. Koneksi langsung ke penyedia cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud melalui cloud on-ramp mengurangi latensi dan biaya keluar data. Misalnya, perusahaan yang menggunakan Hybrid Cloud dapat mengarahkan lalu lintas aplikasi SaaS (seperti Office 365 atau Salesforce) langsung ke internet tanpa melewati data center, meningkatkan pengalaman pengguna. Integrasi dengan VMware SD-WAN memungkinkan koneksi optimal ke lingkungan virtualisasi, sementara integrasi dengan HCI dari Nutanix atau VMware menyederhanakan manajemen lalu lintas antara data center dan cabang.

Selain itu, SD-WAN dapat diintegrasikan dengan sistem keamanan seperti Cyber Security melalui arsitektur Secure Access Service Edge (SASE). Dengan SASE, fungsi keamanan seperti SWG, CASB, dan ZTNA diintegrasikan langsung ke dalam edge SD-WAN, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa perlu appliance terpisah. Integrasi dengan Backup & Disaster Recovery juga penting; SD-WAN dapat memprioritaskan lalu lintas replikasi data ke pusat pemulihan bencana, memastikan RPO dan RTO yang ketat. Di Indonesia, perusahaan yang mengadopsi multi-cloud sering menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan cabang ke beberapa cloud sekaligus, dengan kebijakan routing yang dinamis berdasarkan biaya dan performa.

Integrasi dengan perangkat IoT dan edge computing juga menjadi nilai tambah. Misalnya, di pabrik pintar, sensor IoT dapat terhubung ke edge device SD-WAN yang langsung memproses data lokal sebelum dikirim ke cloud, mengurangi latensi. SD-WAN juga mendukung API terbuka untuk integrasi dengan sistem manajemen IT seperti Infrastruktur IT monitoring, memungkinkan dashboard terpadu untuk seluruh infrastruktur. Intilogy memiliki pengalaman dalam mengintegrasikan SD-WAN dengan berbagai platform, dari cloud publik hingga sistem legacy, memastikan transisi yang mulus dan optimalisasi biaya.

Arsitektur SD-WAN: Overlay Cerdas di Atas Infrastruktur Heterogen

Arsitektur SD-WAN terdiri dari tiga komponen utama: controller (orchestrator), edge devices (CPE), dan gateway cloud. Controller berfungsi sebagai otak yang mengelola kebijakan, konfigurasi, dan monitoring secara terpusat. Edge devices ditempatkan di setiap lokasi (kantor pusat, cabang, data center) dan bertanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan forwarding. Gateway cloud menyediakan koneksi aman ke penyedia cloud publik. Dalam arsitektur SD-WAN modern, overlay jaringan dibuat menggunakan tunnel enkripsi seperti IPsec atau VXLAN, yang berjalan di atas infrastruktur underlay (MPLS, broadband, LTE). Setiap edge device memiliki kemampuan untuk melakukan path selection secara dinamis berdasarkan metrik seperti latency, jitter, packet loss, dan biaya. Misalnya, aplikasi real-time seperti VoIP dan video conference dapat diarahkan melalui jalur MPLS yang stabil, sementara backup data dapat dikirim melalui broadband yang lebih murah. Integrasi dengan Cyber Security menjadi krusial; SD-WAN dapat menerapkan kebijakan segmentation dan firewall terdistribusi, seperti yang ada pada Secure SD-WAN dari Fortinet. Selain itu, arsitektur SD-WAN mendukung Zero Touch Provisioning (ZTP), memungkinkan edge device dikonfigurasi secara otomatis begitu terhubung ke internet, mempercepat deployment di cabang-cabang baru. Untuk enterprise yang memiliki banyak cabang di Indonesia, arsitektur ini mengurangi ketergantungan pada MPLS dan memungkinkan penggunaan broadband lokal yang lebih ekonomis.

Perbandingan SD-WAN vs MPLS: Biaya, Fleksibilitas, dan Performa

Perbandingan antara SD-WAN dan WAN tradisional (berbasis MPLS) sangat signifikan dalam hal biaya, fleksibilitas, dan manajemen. WAN tradisional mengandalkan router fisik dengan konfigurasi manual di setiap lokasi, sehingga perubahan kebijakan memerlukan intervensi teknis yang lambat. Biaya MPLS per Mbps di Indonesia masih relatif tinggi, terutama untuk koneksi antar pulau. SD-WAN memungkinkan penggunaan broadband lokal yang lebih murah sebagai pengganti atau pelengkap MPLS, dengan mekanisme path selection otomatis yang menjaga kualitas aplikasi. Dari segi manajemen, SD-WAN menyediakan dashboard terpusat untuk konfigurasi, monitoring, dan troubleshooting, mengurangi beban tim IT. Contohnya, menambah cabang baru secara tradisional memakan waktu berminggu-minggu, sementara dengan SD-WAN dan ZTP, dapat selesai dalam hitungan jam.

Alur kerja

Delivery terstruktur dari assessment hingga handover

Setiap fase punya deliverable, owner, dan kriteria acceptance yang selaras praktik IT enterprise.

Pendekatan

Use Case SD-WAN di Industri: Retail, Perbankan, dan Manufaktur

SD-WAN memberikan nilai signifikan di berbagai industri di Indonesia. Di sektor ritel, dengan ratusan hingga ribuan cabang tersebar di seluruh nusantara, SD-WAN memungkinkan koneksi yang stabil untuk aplikasi POS, inventory management, dan CCTV. Contohnya, sebuah jaringan ritel modern dengan 500 cabang di Jawa dan Sumatera dapat mengganti koneksi MPLS yang mahal dengan broadband lokal, menghemat biaya hingga 50% per cabang. Dengan SD-WAN, aplikasi real-time seperti transaksi kartu kredit tetap berjalan lancar melalui jalur prioritas, sementara video surveillance dari CCTV Enterprise dialihkan ke jalur broadband yang lebih murah. Selain itu, segmentasi jaringan memisahkan lalu lintas karyawan, tamu, dan perangkat IoT, meningkatkan keamanan.

  • Di sektor perbankan dan keuangan, kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan data menjadi prioritas. SD-WAN dengan enkripsi end-to-end dan integrasi Firewall memenuhi persyaratan tersebut. Bank dengan banyak kantor cabang dan ATM dapat menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan semua lokasi ke data center pusat, dengan kebijakan routing yang memastikan transaksi finansial melalui jalur paling aman dan stabil. Selain itu, SD-WAN memungkinkan koneksi langsung ke cloud untuk layanan perbankan digital, mengurangi latensi dan meningkatkan pengalaman nasabah. Contoh implementasi: Bank regional di Surabaya berhasil mengurangi biaya koneksi antar cabang hingga 40% dan meningkatkan uptime aplikasi core banking menjadi 99,95% setelah migrasi ke SD-WAN.
  • Sektor manufaktur dan logistik juga diuntungkan. Pabrik dengan sistem SCADA, IoT sensors, dan aplikasi ERP membutuhkan koneksi yang andal dan latency rendah. SD-WAN dapat memprioritaskan lalu lintas kontrol mesin melalui jalur MPLS, sementara data non-kritis seperti backup dikirim via broadband. Sebuah perusahaan manufaktur otomotif di Karawang dengan 3 pabrik dan 10 gudang berhasil mengintegrasikan SD-WAN dengan Server & Storage untuk replikasi data real-time, mengurangi waktu henti produksi akibat gangguan jaringan. Di sektor pendidikan, universitas dengan multi-kampus dapat menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan jaringan akademik, perpustakaan digital, dan sistem administrasi, dengan prioritas untuk aplikasi e-learning dan video conference.

Kemampuan

Integrasi SD-WAN dengan Cloud dan Teknologi Lain

SD-WAN memungkinkan integrasi mulus dengan berbagai platform cloud dan teknologi enterprise. Koneksi langsung ke penyedia cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud melalui cloud on-ramp mengurangi latensi dan biaya keluar data. Misalnya, perusahaan yang menggunakan Hybrid Cloud dapat mengarahkan lalu lintas aplikasi SaaS (seperti Office 365 atau Salesforce) langsung ke internet tanpa melewati data center, meningkatkan pengalaman pengguna. Integrasi dengan VMware SD-WAN memungkinkan koneksi optimal ke lingkungan virtualisasi, sementara integrasi dengan HCI dari Nutanix atau VMware menyederhanakan manajemen lalu lintas antara data center dan cabang.

  • Selain itu, SD-WAN dapat diintegrasikan dengan sistem keamanan seperti Cyber Security melalui arsitektur Secure Access Service Edge (SASE). Dengan SASE, fungsi keamanan seperti SWG, CASB, dan ZTNA diintegrasikan langsung ke dalam edge SD-WAN, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa perlu appliance terpisah. Integrasi dengan Backup & Disaster Recovery juga penting; SD-WAN dapat memprioritaskan lalu lintas replikasi data ke pusat pemulihan bencana, memastikan RPO dan RTO yang ketat. Di Indonesia, perusahaan yang mengadopsi multi-cloud sering menggunakan SD-WAN untuk menghubungkan cabang ke beberapa cloud sekaligus, dengan kebijakan routing yang dinamis berdasarkan biaya dan performa.
  • Integrasi dengan perangkat IoT dan edge computing juga menjadi nilai tambah. Misalnya, di pabrik pintar, sensor IoT dapat terhubung ke edge device SD-WAN yang langsung memproses data lokal sebelum dikirim ke cloud, mengurangi latensi. SD-WAN juga mendukung API terbuka untuk integrasi dengan sistem manajemen IT seperti Infrastruktur IT monitoring, memungkinkan dashboard terpadu untuk seluruh infrastruktur. Intilogy memiliki pengalaman dalam mengintegrasikan SD-WAN dengan berbagai platform, dari cloud publik hingga sistem legacy, memastikan transisi yang mulus dan optimalisasi biaya.

Contoh kebutuhan

MPLS augmentation

Branch internet breakout

Retail chain WAN

Hybrid WAN

SD-WAN Solution untuk Enterprise Indonesia

Tim engineer kami siap membantu desain, deploy, dan dukungan solusi IT enterprise di seluruh Indonesia.

Minta penawaran Hubungi tim kami

Halaman terkait

E-E-A-T · Keahlian & kepercayaan

Keahlian implementasi & kepercayaan enterprise

Intilogy (PT. Inti Jaya Teknologi) mendampingi tim IT dan procurement perusahaan di Indonesia — dari assessment teknis dan BoQ hingga deployment, dokumentasi, dan dukungan pasca-go-live.

  • 500+ Deployment infrastruktur
  • 24/7 Dukungan operasional
  • SLA Enterprise support
  • 150+ Klien & institusi

Keahlian engineer & delivery

Engineer-led assessment

Workshop kebutuhan, sizing, dan desain arsitektur — bukan penjualan katalog tanpa konteks teknis.

Deployment terdokumentasi

Checklist commissioning, diagram as-built, IP plan, dan runbook eskalasi untuk tim internal Anda.

Procurement audit-ready

BoQ/BOM, quotation, PO, dan serah terima yang dapat dilampirkan pada proses tender atau audit IT.

Koordinasi multi-vendor

Satu mitra proyek untuk server, jaringan, keamanan, backup, dan lisensi — mengurangi finger-pointing saat insiden.

Ekosistem vendor & jalur pengadaan

Kami mengadakan melalui distributor/reseller resmi sesuai brand dan proyek. Status partnership spesifik (tier, authorized) diverifikasi per tender — lihat halaman sertifikasi.

Vendor Status / tier Lingkup Catatan
Dell Technologies Authorized channel PowerEdge, storage (sesuai proyek) BoQ & garansi manufacturer
HPE Authorized channel ProLiant, networking (sesuai proyek) iLO, firmware lifecycle
Lenovo Authorized channel ThinkSystem Enterprise server
Fortinet Implementation partner NGFW, SD-WAN, security fabric Lisensi & deployment
Sophos Implementation partner NGFW, endpoint, email Central management
Veeam Implementation partner Backup, replication, M365 Immutable repo design
Cisco Arsitektur Jaringan Router dan Switch Sesuai program resmi
VMware Implementation partner vSphere, DR integration Cluster design & migrasi
QNAP / Synology Authorized channel Enterprise NAS Backup target & file services

Tier dan status distributor dapat berbeda per SKU/region. Untuk surat distributor atau sertifikat engineer terbaru, hubungi sales@intilogy.com.

Metodologi implementasi enterprise

Alur standar yang kami terapkan pada proyek infrastruktur, keamanan, dan backup — disesuaikan ruang lingkup kontrak.

  1. Discovery & assessment

    Durasi: 1–2 minggu

    Deliverable Laporan kebutuhan, risiko, dan prioritas

  2. Architecture & BoQ

    Durasi: 1–2 minggu

    Deliverable HLD, BoQ/BOM, jadwal phased rollout

  3. Procurement & staging

    Durasi: 2–4 minggu

    Deliverable Asset register, staging config

  4. Implementation & UAT

    Durasi: 2–6 minggu

    Deliverable As-built, UAT sign-off

  5. Handover & operasi

    Durasi: Berkelanjutan

    Deliverable SOP, training, SLA support (jika dikontrak)

Dukungan & SLA (sesuai kontrak proyek)

Level layanan didefinisikan per perjanjian — contoh kerangka di bawah untuk maintenance pasca-go-live.

Standard maintenance

Respons
Next business day (remote)
Cakupan
Firmware advisory, ticket routing, RMA coordination
Catatan
Jam kerja Indonesia

Project warranty support

Respons
Sesuai kontrak implementasi
Cakupan
Defect pada scope deployment Intilogy
Catatan
Bukan SLA 24/7 kecuali disepakati

Critical incident (opsional)

Respons
4–8 jam (jika dikontrak)
Cakupan
Eskalasi insiden produksi kritikal
Catatan
Memerlukan MSA terpisah

Angka respons bersifat ilustrasi — mengikat hanya jika tercantum dalam kontrak atau SLA tertulis.

Dokumentasi teknis yang diserahkan

  • Diagram topologi & rack elevation (as-built)
  • Daftar asset, serial number, dan garansi
  • Konfigurasi kritis (tanpa password) & change log
  • Runbook operasi dasar & kontak eskalasi
  • Laporan uji restore / DR drill (jika dalam scope)
  • Buat tender: surat distributor & daftar sertifikat engineer (on request)

Kompetensi & sertifikasi

Tim engineer kami mengikuti pelatihan vendor sesuai teknologi proyek. Sertifikat individu (Fortinet NSE, VMware VCP, Veeam VMCE, dll.) dilampirkan pada kebutuhan tender — bukan dipublikasikan semua di web.

  • Engineer certifications — Per teknologi proyek — verifikasi on request
  • Distributor / reseller letters — Untuk audit procurement
  • Implementation references — Logo klien & ruang lingkup proyek (halaman Klien)

Lihat sertifikasi & kemitraan

Pertanyaan umum

Apakah Intilogy hanya menjual perangkat?

Tidak — kami mitra implementasi dan pengadaan: assessment, BoQ resmi, pengadaan channel resmi, deployment terdokumentasi, dan dukungan operasional.

Bagaimana proses engagement dimulai?

Biasanya dimulai dari workshop kebutuhan atau review dokumen RFP/BoQ existing, lalu proposal terstruktur dengan timeline implementasi dan opsi pengadaan.

Siap diskusi arsitektur & BoQ?

Tim kami membantu assessment, rekomendasi, pengadaan, dan implementasi terdokumentasi.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp
Minta Konsultasi WhatsApp